Cara Menghilangkan Write Protected Pada Eksternal Drive dan Flashdisk

Remove Write-Protected USB Drive Jika anda berkunjung ke Artikel ini untuk mencari solusi atas permasalahan Eksternal Disk yang ter Write-Protected, maka saya akan membagikan beberapa solusi yang saya temukan. Awal saya menangani masalah ini adalah ketika Flash Drive teman saya tidak bisa menulis/Write. Flash drive tersebut masih dapat diakses sebatas Copy-Paste dari Flash Drive tersebut ke Drive lain dan membuka file yang ada di Flash Drive tersebut. Dan, jujur saja sampai saat ini saya belum menemukan solusi yang tepat mengenai masalah diatas. Namun, dari mencari-cari solusi untuk masalah tersebut saya menemukan beberapa cara yang dapat mengatasi masalah Write-protected tersebut menurut mereka. Tidak ada salahnya cara-cara berikut anda coba, siapa tahu masalah anda teratasi dengan cara-cara yang akan saya tuliskan di bawah ini.
Write-protection adalah sebuah fasilitas untuk melindungi data pada perangkat penyimpanan supaya tidak dapat diubah, di hapus dan juga melindungi konten perangkat penyimpanan tersebut dari ketidaksengajaan Format Drive. Namun jika kita menemukan perangkat penyimpanan telah ter Write-Protected tanpa kita ketahui, maka ini akan menyebabkan ketidak-nyamanan. Write-Protected pada Eksternal Drive menurut beberapa sumber kemungkinan disebabkan oleh Registry Entry yang Corrupt, System Administrator OS mencapai keterbatasan atau memang perangkat itu sendiri yang corrupt.
Berikut ini adalah cara-cara menghilangkan Write-Protection pada perangkat penyimpanan :

  • Lock Switch – Jika perangkat penyimpanan anda berupa SD card, coba cari tangkai switch kecil di samping SD card, biasanya ada petunjuk “lock – open”, jika tangkai switch anda berada pada posisi lock, silahkan ubah ke posisi open. Seharusnya langkah ini sudah mengatasi permasalaha anda. Jika cara ini belum berhasil untuk anda, silahkan coba cara ke-dua.
  • Sharing Permissions – Beberapa perangkat tidak semuanya memperbolehkan pengguna untuk mengubah sharing permission. Untuk OS Windows, silahkan klik kanan pada icon perangkat anda dan pilih share –> Advanced –> Settings –> Permissions lalu check pada kotak Full Control selanjutnya pilih OK. Jika cara ini belum berhasil, silahkan lanjutkan ke cara yang ke-3.
  • Editing Registry – Cara ini akan membawa anda ke langkah yang lebih advanced, yaitu mengubah registry. Berikut langkah-langkahnya :
  1. Tekan Tombol Windows + R 
  2. Di jendela Run yang muncul, tuliskan Regedit. Tekan Enter.
  3. Sekarang seharusnya anda masuk ke jendela Registry Editor. Carilah HKEY_LOCAL_MACHINE dan expand/perluaslah dengan meng-klik panah disamping kiri folder.
  4. Carilah folder System dan expand-lah, lalu cari CurrentControlSet kemudian expand.
  5. Temukan folder Service, dan buka USBSTOR yang berada di bawah folder Service.
  6. Di jendela sebelah kanan, double klik pada Start, di kotak yang muncul setelahnya, isikan 3.
  7. Tutup Registry Editor. Setelah merubah Registry tersebut, cobalah untuk menyimpan file apapun ke dalam perangkat penyimpanan anda. Jika pesan write-protected tersebut masih muncul, silahkan lanjutkan ke cara berikutnya.
  • Mengubah/membuat registry StorageDevicePolicies – hampir sama dengan cara diatas, setelah sampai di folder CurrentControlSet, silahkan masuk ke folder Control lalu ke folder StorageDevicePolicies, Setelah itu dobel-klik pada WriteProtect yang berada di jendela registry editor sebelah kanan. Ubahlah value dari 1 menjadi 0 dan klik OK. Tutup jendela registry tersebut dan restart komputer anda, koneksika lagi perangkat penyimpanan anda. Seharusnya sudah tidak ter- write protected lagi, jika sudah anda dapat emformat perangkat penyimpanan anda seperti biasanya. Jika anda tidak bisa menemukan StorageDevicePolicies, anda dapat mencoba membuatnya dengan cara klik kanan pada jendela sebelah kanan folder Control dan pilih New –> Key dan ketikan StorageDevicePolicies. Klik pada folder yang baru anda buat lalu di jendela sebelah kanan klik New –> DWORD lalu beri nama WriteProtect dan set Value-nya menjadi 0. Keluar dari regedit dan restart komputer anda. Jika metode ini tidak berhasil, cobalah metode selanjutnya.